Radio
Frequency Identification (RFID)
RFID atau Radio Frequency Identification, adalah suatu
metode yang mana bisa digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak
jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID tag atau
transponder. Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker
adesif, dan dapat ditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi
antena yang memungkinkan mereka untuk menerima dan merespon terhadap suatu
query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver. Fungsi dari RFID yang
nantinya akan di pasang pada kendaraan roda empat yang menggunakan bahan bakar
subsidi yang berfungsi untuk menyimpan data mengenai identitas kendaraan secara
detail sehingga dapat memonitoring penggunaan bbm pada setiap mobil yang telah
terpasang perangkat ini. Dalam pelaksanannya RFID ini pemasangan tidak di
pungut biaya alias GRATIS. Tinggal datang saja ke SPBU yang telah di tunjuk
oleh Pertamina. Dalam pemasangannya ini di tunjuk PT Inti di tunjuk sebagai
pelaksannya.
Pemasangan RFID ini di
gunakan bukan untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi akan tetapi untuk
memonitoring penggunaan bbm bersubsidi. Alat ini di pasang bukan hanya pada
kendaraan pribadi saja tetapi pada kendaraan dinas dan semua kendaraan yang
memasang alat ini., Dengan pemasangan RFID ini memudahkan pertamina bisa
mendapatkan data secara real dan bisa di ketahui secara detail. RFID sudah
semakin berkembang dan biasa disatukan dengan teknologi lainnya (biasa disebut
teknologi hybrid RFID) untuk menghadirkan teknologi yang berguna bagi bisnis
ataupun personal.
Di negara-negara maju Asia seperti Jepang, China dan Korea, RFID sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Korea menggunakan RFID untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas dengan membatasi askes tiap penduduk ke jalan tertentu pada hari tertentu. Cina baru-baru ini telah mengeluarkan kartu tanda pengenal penduduk yang dilengkapi RFID, bahkan negara tetangga Malaysia telah lama menggunakan kartu "Touch n Go" yang digunakan sebagai sistem pembayaran di jalan tol.sebenarnya RFID sudah digunakan sejak lama di Indonesia. Banyak perusahaan telah menggunakan RFID untuk keperluan suply chain, dan absensi karyawan. Dari kabar yang penulis dapat dari rekan di Jogja, UGM telah menggunakan RFID untuk sistem peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan pusatnya.
Di negara-negara maju Asia seperti Jepang, China dan Korea, RFID sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Korea menggunakan RFID untuk mengurangi kemacetan lalu-lintas dengan membatasi askes tiap penduduk ke jalan tertentu pada hari tertentu. Cina baru-baru ini telah mengeluarkan kartu tanda pengenal penduduk yang dilengkapi RFID, bahkan negara tetangga Malaysia telah lama menggunakan kartu "Touch n Go" yang digunakan sebagai sistem pembayaran di jalan tol.sebenarnya RFID sudah digunakan sejak lama di Indonesia. Banyak perusahaan telah menggunakan RFID untuk keperluan suply chain, dan absensi karyawan. Dari kabar yang penulis dapat dari rekan di Jogja, UGM telah menggunakan RFID untuk sistem peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan pusatnya.
Beberapa waktu yang
lalu sempat gencar kabar penggunaan kartu tol elektronik, tetapi beritanya
lebih banyak ke berita bisnis, yaitu "telah ada tiga Bank yang akan
bekerjasama" dalam tender tersebut, sedangkan berita dari sisi teknologi
tiket elektronik tersebut sama sekali tidak ada. Tahun lalu Telkomsel juga
telah mengeluarkan layanan T-cash, sistem "e-wallet" dengan
menggunakan telepon seluler, sehingga kita cukup mendekatkan telepon seluler
kita ke terminal pembayaran untuk melakukan transaksi, tetapi belum diketahui
lebih lanjut, apakah sistem ini menggunakan teknologi RFID atau tidak, karena
kalau menggunakan RFID, maka telepon seluler yang digunakan haruslah memiliki
kemampuan NFC (Near Field Communiation). Sistem e-wallet sedang menjadi tren
besar di Jepang. RFID juga dapat digunakan untuk mengurangi korupsi, khususnya
di pelabuhan-pelabuhan dan juga di berbagai tempat cek-in kendaraan yang
mengharuskan pengelompokkan kendaraan yang berbeda biayanya untuk tiap jenis
kendaraaan. Jika di sitem lama para penjaga pintu dapat mengkorupsi uang tiket
dengan menagih pengendara truk dengan tarif truk, tetapi dia memasukkan ke
sistemnya sebagai tarif mobil biasa, sehingga dia dapat mengambil sisa uangnya.
Maka dengan RFID hal ini dapat dicegah.
Kesimpulan :
Dengan begitu, sebenarnya teknologi ini memiliki peluang perkembangan yang sangat besar di Indonesia, masih sedikitnya perusahaan pengembang RFID dan sumber daya manusia yang menguasai teknologi RFID haruslah dapat kita sikapi dengan cermat.
Dengan begitu, sebenarnya teknologi ini memiliki peluang perkembangan yang sangat besar di Indonesia, masih sedikitnya perusahaan pengembang RFID dan sumber daya manusia yang menguasai teknologi RFID haruslah dapat kita sikapi dengan cermat.
Sumber :
http://teknikinformatika-esti.blogspot.com/2012/01/pengertian-rfid-radio-frequency.html
http://www.kontraktorspbu.com/pengertian-dan-fungsi-rfid-pada-kendaraan/
http://www.forummikrotik.com/articles/3869-opini-peluang-rfid-di-indonesia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar